Senin, 29 Juli 2019

Keren! Kini Nintendo Switch Support Android OS

ARSPuja Labs - Keren! Kini Nintendo Switch Support Android OS

Nintendo Switch adalah konsol video game yang dirilis perusahaan Nintendo pada 3 Maret 2017. Konsol ini juga dikenal dengan codename NX pada pengembangannya. Konsol ini dijual seharga $299.99 pada tanggal perilisannya

source: detikInet

Sejauh ini, konsol ini merupakan satu-satunya konsol hybrid - konsol yang merupakan konsol rumahan namun sekaligus konsol portabel juga. Lebih jelasnya, konsol ini dapat dimainkan dengan 3 cara,


  • Home Console Way dengan meletakkan layarnya pada "docking station"-nya dan memainkannya melalui televisi
  • Handheld Way dengan memainkannya sambil memegangnya
  • Tabletop Way dengan meletakkannya diatas meja dan mencabut kontrolernya dan memainkannya sambil bersantai di kursi

Konsol ini menggunakan kontroler yang disebut Joy-Cons, kontroler ini dapat dilepas dari badan utama konsolnya. Joy-Cons dilengkapi dengan Accelerometer, Giroskop, Infrared Depth Sensor dan Komunikasi Jarak-Dekat.

Grup developer bernama switchroot baru-baru ini merilis sebuah cara untuk 'menyuntik' sistem operasi Android ke dalam Nintendo Switch.

switchroot sendiri sejak beberapa waktu ke belakang memang tengah menggarap OS Android untuk Switch tersebut. OS ini adalah modifikasi dari LineageOS 15.1 yang berbasis pada Android 8.1 Oreo.

Meski terdengar rumit, namun sebenarnya proses penyuntikan ini tak terlalu sulit, terutama bagi pengguna Switch yang sudah menggunakan bootloader Hekate pada konsol game miliknya itu. Instalasinya melibatkan sejumlah proses seperti menyimpan system image ke dalam kartu SD, mengunduh paket Gapps yang sesuai, lalu flashing semuanya lewat TWRP, dan reboot konsol.

Mengingat Switch memang tak didesain untuk menjalankan OS selain bawannya, ROM berbasis Android 8.1 Oreo itu disebut sangat impresift. Androidnya bisa berjalan baik di mode handheld maupun docked, audio dan Joycon bisa berfungsi sempurna.

Bahkan ada fungsi untuk menyalakan 'Shield' yang membuat Switch bisa berubah menjadi Nvidia Shield TV, lengkap dengan dukungan Nvidia Gamestream dan sejumlah game eksklusif Shield. Namun tentu masih ada bug pada OS tak resmi ini.

Contohnya adalah WiFi yang tak stabil dan tak bisa memutar layar layaknya perangkat Android lain. Namun perlu diingat juga, melakukan hal ini membuat konsol anda terancam terblokir dari game online.

Masih tertarik? Anda bisa mengunduh dan mempelajari tahapan untuk menginstal Android di Switch pada tautan ini. Pembuat ROM-nya menyarankan untuk mengunduh lewat torrent agar server mereka tak jebol karena dibanjiri pengunduh.

# Ars, DetikCom

Pembasmi Virus WannaCry Kembali Bebas Setelah ditahan Kepolisian

ARSPuja Labs - Pembasmi Virus WannaCry Kembali Bebas Setelah ditahan Kepolisian

Masih ingat dengan virus WannaCry. Serangan perangkat pemeras WannaCry adalah sebuah perangkat tebusan. Pada Mei 2017, serangan siber skala besar menggunakan perangkat ini diluncurkan, menginfeksi lebih dari 75.000 komputer di 99 negara, menuntut pembayaran tebusan dalam 20 bahasa. Marcus Hutchins boleh bernapas lega. Pakar sekuriti asal Inggris itu, yang dikenal dunia karena berhasil menghentikan penyebaran malware berbahaya WannaCry, bebas dari penjara.

source: zdnet3.cbsistatic.com

Serangan WannaCry di Mei 2017 dilaporkan melanda 99 negara, menimbulkan kekacauan di layanan kesehatan. Operator Telefonica, FedEx sampai Renault juga kena dampaknya. Tapi penyebarannya bisa dihentikan Marcus sehingga ia jadi selebritas sesaat. Tiga bulan berselang, ia jadi berita untuk alasan sebaliknya.

Marcus ditangkap di Las Vegas setelah menghadiri konferensi hacker Defcon. Bersama dua orang lain, dia dituding melakukan kejahatan terkait pembuatan program malware UPAS Kit dan Kronos yang membantu mencuri informasi perbankan.

Sejak saat itu, Marcus yang kini berusia 25 tahun tak dapat meninggalkan Amerika Serikat untuk menghadapi proses pengadilan. Pada April lalu, dia akhirnya mengaku bersalah.

"Saya mengaku bersalah atas dua tuntutan menulis malware dalam tahun-tahun awal karir saya di dunia sekuriti. Saya menyesali aksi tersebut dan menerima tanggung jawab penuh atas kesalahan saya," sebut Marcus.

Hakim Joseph Peter Stadtmuller yang menangani kasusnya mengakui 'kepahlawanan' Marcus. WannaCry yang ia jinakkan jauh lebih merusak dibanding malware yang ia buat. Marcus pun diputuskan sudah menjalani masa hukuman selama di Las Vegas dan bisa bebas dengan setahun pengawasan.

Marcus yang sudah pasrah pun tak dapat menutupi rasa senangnya dan berterima kasih pada semua yang mendukungnya. Kini, ia dapat kembali melanjutkan hidup secara normal.

"Sangat bersyukur dengan pemahaman hakim, juga semua surat yang kalian kirimkan dan setiap orang yang membantuku dalam 2 tahun terakhir baik secara finansial maupun emosional," cetus Marcus.

#Ars, DetikCom

Senin, 22 April 2019

Haduh! Update Berikutnya Instagram Akan Menghilangkan Jumlah Like

ARSPuja Labs - Instagram berencana menghilangkan jumlah like dari konten pengguna.

Siapa yang tidak mengetahui Instagram, jejaring sosial berbagi konten dan foto terbesar dan lagi marak di kalangan milenial. Kabarnya Instagram akan membuat suatu update yang unik dan terbilang tidak biasa.

source: JalanTikus

Instagram dikabarkan mempertimbangkan merombak platform mereka dan menghilangkan fitur unggulan menyukai atau "like" supaya pengguna mereka bisa fokus terhadap konten yang diunggah. Seorang pengamat teknis media sosial dan aplikasi, Jane Wong dalam cuitan menyiarkan temuannya berdasarkan kode di prototipe Instagram.

Instagram tidak benar-benar menghilangkan "like", namun, menyembunyikan jumlah "like" di sebuah foto. Menurut Jane Wong, Instagram ingin "para pengikut fokus ke apa yang Anda bagikan, bukan berapa banyak 'like' yang didapat", seperti dikutip dari laman The Verge.

Hanya si pemilik akun yang dapat melihat berapa banyak "like" yang didapat dari foto atau video yang dia unggah. Instagram belum menguji coba fitur ini, mereka menyatakan "mencari cara untuk mengurangi tekanan di Instagram, sesuatu yang selalu kami pikirkan". Sejumlah penelitian menuding media sosial sebagai salah satu penyebab penyakit menta, antara lain depresi, pada para penggunanya.

Peneliti di University College London dalam studi yang dimuat di jurnal EclinicalMedicine awal tahun ini mengemukakan media sosial menyebabkan gangguan tidur dan pelecehan daring pada remaja. Tapi, berdasarkan studi mereka remaja perempuan cenderung lebih menderita akibat masalah ini—mungkin karena mereka lebih aktif dalam obrolan di situs.

Penulis penelitian tersebut, Profesor Yvonne Kelly, mengatakan remaja perempuan lebih banyak menggunakan media sosial setiap hari dan hal tersebut meningkatkan gejala depresi secara bertahap. Sementara itu, skor gejala depresi lebih tinggi terhadap remaja lelaki yang menggunakan media sosial selama tiga jam atau lebih per hari.

Selama ini, pengguna Instagram selalu dibikin senang dengan banyaknya jumlah like dalam postingan yang diunggah di Instagram.

Sayangnya, Instagram dikabarkan sedang mengupdate dan akan menyembunyikan jumlah likes di postingan kamu.

Update ini kabarnya sedang ada di tahap pengembangan oleh pihak Instagram.


Rumor ini pertama kali dibocorkan oleh pengamat media sosial terkenal Jane Manchun Wong lewat akun Twitter-nya.

"Instagram is testing hiding like count from audiences, as stated in the app: "We want your followers to focus on what you share, not how many likes your posts get," cuit Jane Manchun Wong di akun Twitter @wongmjane.

Berdasarkan bocoran itu, kita tidak bisa lagi melihat berapa jumlah likes yang didapat sebuah postingan.

Sebagai gantinya, Instagram akan lebih fokus menampilkan siapa-siapa saja yang menyukai postingan tersebut.

Di bocoran itu kamu juga bisa melihat pesan khusus dari Instagram yang mengatakan kalau Instagram ingin setiap pengguna lebih fokus pada konten bukan pada berapa banyak likes yang didapat.

Gimana nih menurut kamu kalau update ini beneran diberikan Instagram?

Pasti gak bakal ada lagi yang pamer jumlah likes.


Source:
http://batam.tribunnews.com/2019/04/20/instagram-bakal-hilangkan-jumlah-like-di-postingan-ternyata-ini-alasannya

Selasa, 02 April 2019

Merayakan April Fool's StackOverflow Merubah Tampilan Situsnya Seperti Era Tahun 90an

ARSPuja Labs - Merayakan April Fool's StackOverflow Merubah Tampilan Situsnya Seperti Era Tahun 90an

Siapa yang tidak mengenal Situs StackOverflow? Situs dambaan para programmer saat mereka sudah buntu dalam mengatasi error, ibarat seperti melihat sinar cahaya yang terang saat sang programmer menemukan solusi atas masalahnya yaitu di situs stackoverflow. Namun memasuki bulan april sepertinya ada yang aneh dengan tampilan situs developer ini, apakah itu? mari kita pantau.

source: stackoverflow.com

Dalam Bahasa Indonesia:

Selama bertahun-tahun, pengguna telah memberi tahu kami bahwa Stack Overflow adalah alat yang sangat diperlukan untuk coder di seluruh dunia. Pemrogram tahu bahwa ketika mereka mendapatkan hasil pencarian Stack Overflow, kemungkinan pencarian berakhir. Mengikuti tautan itu hampir selalu selangkah lebih dekat untuk memahami masalah pemrograman apa pun yang mereka hadapi. Kegagalan itu, mereka dapat meminta beberapa pengembang yang paling membantu dan terampil di dunia secara langsung. Sulit membayangkan bagaimana rasanya menulis kode sebelum Stack Overflow dibuat lebih dari satu dekade lalu di tahun 2008.

Jika Anda tidak memprogram di era BSO (Sebelum Stack Overflow), Anda tidak tahu seperti apa zaman keemasan yang kita jalani. Bukan karena informasi itu tidak tersedia sama sekali, tetapi sulit untuk membuat yang benar koneksi:

source: stackoverflow.com

Pada masa itu para programmer menggunakan berbagai mantra seperti AltaVista, WebCrawler, ICQ, Gopher, IRC, LISTSERV, Usenet, man dan bahkan O'Reilly untuk memanggil jawaban. Berapa kali saya datang untuk bekerja lebih awal untuk meminjam salinan UNIX secara singkat dari rekan kerja yang posesif? (Ya, Jim, aku tahu kamu tidak menghafal perintah shell itu. Aku melihatmu dengan sembunyi-sembunyi membolak-balik buku itu ketika kamu tidak berpikir ada yang menonton.) Oh betapa aku senang ketika aku pulang dari toko buku universitas dengan membawa Borland C ++ edisi siswa dan manualnya yang mulia! Sekarang saya memiliki pengetahuan!

Membantu orang juga bukan surga. Jawab sekali dalam satu forum hanya untuk melihat pertanyaan yang sama di forum lain sedikit kemudian. (Mungkin dari penanya yang sama karena Anda tidak pernah bisa memastikan di mana tempat terbaik untuk bertanya.) Menyusun sebuah FAQ mungkin membantu orang, tetapi tidak ada yang mengatakan, "Saya menyukai FAQ! Itu menyelesaikan masalah saya." Sebaliknya, mereka semua seperti "Saya membaca FAQ, tetapi itu tidak membantu." Atau mereka tidak membaca FAQ dan hanya menanyakan pertanyaan yang sering diajukan. Tidak ada yang memutakhirkan FAQ.

Tampaknya memalukan bahwa butuh dua dekade dari penemuan Web sebelum mesin Q&A publik berfitur lengkap dibangun. Pikirkan sepanjang waktu (dan pepohonan) yang kita semua bisa selamatkan dengan memiliki akses yang mudah ke perpustakaan jawaban kanonik. Dalam upaya untuk (secara surut) membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, kami memotong setengah waktu yang gelap itu. Kami dengan bangga mengumumkan fitur Time Machine baru yang memungkinkan Anda mengalami Stack Overflow padahal seharusnya sudah ada: bukan 2008, tetapi 1998.

Saat Anda menikmati menjelajahi situs, beri tahu kami dalam jawaban di bawah jika Anda menemukan pertanyaan yang bisa dijawab pada tahun 1998 ketika kami memiliki:

JavaScript tetapi tidak jQuery
C ++ tetapi tidak Meningkatkan
Ruby tetapi tidak Rails
Java tetapi tidak Eclipse
C tetapi tidak C #
Python tetapi tidak Django
Visual Studio tetapi tidak. NET
Dan jika Anda menemukan bug, beri tahu kami Netscape Navigator versi apa yang Anda pakai dan kami akan segera meminta webmaster kami. (Maaf, tapi kami belum mendukung Communicator Anda trailblazers.)


Dalam Bahasa Inggris:

Over the years, users have told us that Stack Overflow is an indispensable tool for coders all around the world. Programmers know that when they get a Stack Overflow search result, it's likely the search is over. Following that link almost always gets a step closer to understanding whatever programming problem they face. Failing that, they can ask some of the world's most helpful and skilled developers directly. It’s hard to imagine what it was like to write code before Stack Overflow was created just over a decade ago in 2008.

If you weren't programming in the BSO (Before Stack Overflow) era, you don't know what a golden age we live in. It's not that the information wasn't available at all, but rather it was difficult to make the right connections:

source: stackoverflow.com

In those days programmers used a variety of incantations such as AltaVista, WebCrawler, ICQ, Gopher, IRC, LISTSERV, Usenet, man and even O'Reilly to summon answers. How many times did I come to work early in order to borrow a copy of UNIX in a Nutshell from a possessive co-worker? (Yes, Jim, I knew you didn't have those shell commands memorized. I saw you furtively flipping through that book when you didn't think anyone was watching.) Oh how I revelled when I drove home from the university bookstore with the student edition of Borland C++ and its glorious manuals! Now I had the knowledge!

Helping people wasn't paradise back then either. Answer once in one forum only to see the same question in another a little later. (Probably from the same asker since you could never be sure where the best place to ask was.) Compiling a FAQ might have helped people, but nobody says "I loved the FAQ! It solved my problem." Instead, they are all like "I read the FAQ, but it didn't help." Or they don't read the FAQ and just ask their frequently asked question. Nobody upvoted the FAQ.

It seems a shame that it took two decades from the invention of the Web before a fully-featured, public Q&A engine was built. Just think of all the time (and trees) we could all have saved by having easy access to canonical library of answers. In an effort to (retroactively) make the world a better place, we're cutting that dark time in half. We’re proud to announce a new Time Machine feature that lets you experience Stack Overflow when it should have been around: not 2008, but 1998.

As you enjoy surfing the site, let us know in the answers below if you spot any questions that could have been answered in 1998 when we had:

JavaScript but not jQuery
C++ but not Boost
Ruby but not Rails
Java but not Eclipse
C but not C#
Python but not Django
Visual Studio but not .NET
And if you spot any bugs, let us know what version of Netscape Navigator you are on and we'll get our webmaster on it right away. (Sorry, but we don't yet support Communicator you trailblazers.)


Hehehe, lucu yaaa :)

Ref: https://meta.stackoverflow.com/questions/382111/announcing-the-stack-overflow-time-machine

Kamis, 07 Februari 2019

Google+ Plus Akan Ditutup Di Tahun 2019 Ini Alasan Google

ARSPuja Labs - Google+ Plus Akan Ditutup Di Tahun 2019 Ini Alasan Google

Siapa yang tidak mengenali Google+, situs jejaring sosial blog portal besutan raksasa Internet Google bakal ditutup di bulan April 2019.
Kenapa Google+ Ditutup? Berikut alasan dari situs resmi google.

source: smallbiztrends.com

Bahasa Inggris:

Shutting down Google+ for consumer (personal) accounts on April 2, 2019

In December 2018, we announced our decision to shut down Google+ for consumers in April 2019 due to low usage and challenges involved in maintaining a successful product that meets consumers’ expectations. We want to thank you for being part of Google+ and provide next steps, including how to download your photos and other content.

On April 2nd, your Google+ account and any Google+ pages you created will be shut down and we will begin deleting content from consumer Google+ accounts. Photos and videos from Google+ in your Album Archive and your Google+ pages will also be deleted. You can download and save your content, just make sure to do so before April. Note that photos and videos backed up in Google Photos will not be deleted.

The process of deleting content from consumer Google+ accounts, Google+ Pages, and Album Archive will take a few months, and content may remain through this time. For example, users may still see parts of their Google+ account via activity log and some consumer Google+ content may remain visible to G Suite users until consumer Google+ is deleted.

As early as February 4th, you will no longer be able to create new Google+ profiles, pages, communities or events. See the full FAQ for more details and updates leading up to the shutdown.

If you’re a Google+ Community owner or moderator, you may download and save your data for your Google+ Community. Starting early March 2019, additional data will be available for download, including author, body, and photos for every community post in a public community. Learn more

If you sign in to sites and apps using the Google+ Sign-in button, these buttons will stop working in the coming weeks but in some cases may be replaced by a Google Sign-in button. You’ll still be able to sign in with your Google Account wherever you see Google Sign-in buttons. Learn more

If you’ve used Google+ for comments on your own or other sites, this feature will be removed from Blogger by February 4th and other sites by March 7th. All your Google+ comments on all sites will be deleted starting April 2, 2019. Learn more

If you’re a G Suite customer, Google+ for your G Suite account should remain active. Contact your G Suite administrator for more details. You can also expect a new look and new features soon. Learn more

If you're a developer using Google+ APIs or Google+ Sign-in, click here to see how this will impact you.

From all of us on the Google+ team, thank you for making Google+ such a special place. We are grateful for the talented group of artists, community builders, and thought leaders who made Google+ their home. It would not have been the same without your passion and dedication.


Dalam Bahasa Indonesia:

Mematikan Google+ untuk akun konsumen (pribadi) pada 2 April 2019

Pada bulan Desember 2018, kami mengumumkan keputusan kami untuk menutup Google+ untuk konsumen pada bulan April 2019 karena rendahnya penggunaan dan tantangan yang terlibat dalam mempertahankan produk yang sukses yang memenuhi harapan konsumen. Kami ingin mengucapkan terima kasih karena telah menjadi bagian dari Google+ dan memberikan langkah selanjutnya, termasuk cara mengunduh foto dan konten lainnya.

Pada tanggal 2 April, akun Google+ Anda dan halaman Google+ apa pun yang Anda buat akan ditutup dan kami akan mulai menghapus konten dari akun Google+ konsumen. Foto dan video dari Google+ di Arsip Album Anda dan halaman Google+ Anda juga akan dihapus. Anda dapat mengunduh dan menyimpan konten Anda, pastikan untuk melakukannya sebelum April. Perhatikan bahwa foto dan video yang dicadangkan di Google Foto tidak akan dihapus.

Proses menghapus konten dari akun Google+ konsumen, Halaman Google+, dan Arsip Album akan memakan waktu beberapa bulan, dan konten mungkin tetap ada hingga saat ini. Misalnya, pengguna masih dapat melihat bagian dari akun Google+ mereka melalui log aktivitas dan beberapa konten Google+ konsumen dapat tetap terlihat oleh pengguna G Suite sampai konsumen Google+ dihapus.

Mulai 4 Februari, Anda tidak lagi dapat membuat profil, halaman, komunitas, atau acara Google+ baru. Lihat FAQ lengkap untuk detail lebih lanjut dan pembaruan menjelang penutupan.

Jika Anda seorang pemilik atau moderator Komunitas Google+, Anda dapat mengunduh dan menyimpan data Anda untuk Komunitas Google+ Anda. Mulai awal Maret 2019, data tambahan akan tersedia untuk diunduh, termasuk penulis, badan, dan foto untuk setiap pos komunitas di komunitas publik. Belajarlah lagi

Jika Anda masuk ke situs dan aplikasi menggunakan tombol Masuk Google+, tombol-tombol ini akan berhenti berfungsi dalam beberapa minggu mendatang tetapi dalam beberapa kasus dapat diganti dengan tombol Masuk Google. Anda masih dapat masuk dengan Akun Google Anda di mana pun Anda melihat tombol Masuk Google. Belajarlah lagi

Jika Anda telah menggunakan Google+ untuk komentar di situs Anda atau situs lain, fitur ini akan dihapus dari Blogger pada tanggal 4 Februari dan situs lainnya pada tanggal 7 Maret. Semua komentar Google+ Anda di semua situs akan dihapus mulai 2 April 2019. Pelajari lebih lanjut

Jika Anda adalah pelanggan G Suite, Google+ untuk akun G Suite Anda harus tetap aktif. Hubungi administrator G Suite Anda untuk detail lebih lanjut. Anda juga dapat mengharapkan tampilan baru dan fitur baru segera. Belajarlah lagi

Jika Anda seorang pengembang yang menggunakan API Google+ atau Masuk dengan Google+, klik di sini untuk melihat bagaimana ini akan memengaruhi Anda.

Dari kami semua di tim Google+, terima kasih telah menjadikan Google+ tempat yang istimewa. Kami berterima kasih atas kelompok seniman berbakat, pembangun komunitas, dan pemimpin pemikiran yang menjadikan Google+ sebagai rumah mereka. Itu tidak akan sama tanpa hasrat dan dedikasi Anda.

Dalam postingan artikel asli di:
https://support.google.com/plus/answer/9195133?hl=en&authuser=0

Jumat, 02 November 2018

Ribuan Karyawan Google di Seluruh Dunia Berdemo Ada Apa?

ARSPuja Labs - Ribuan Karyawan Google di Seluruh Dunia Berdemo Ada Apa?

Ribuan karyawan Google di berbagai negara serentak menyelenggarakan aksi walk out untuk berdemo soal kasus pelecehan seks di raksasa internet itu. Bagaimana komentar CEO Google, Sundar Pichai, mengenai aksi protes besar-besaran ini?



source: Twitter @GoogleWalkout


"Ini memang saat-saat yang sulit. Ada kemarahan dan rasa frustrasi di perusahaan. Kami semua merasakannya, aku merasakannya juga," kata Pichai yang dikutip detikINET dari Quartz.

"Google punya standar yang sangat-sangat tinggi dan terlihat kami tidak mencapai harapan kami," tambah CEO kelahiran India tersebut.

Sebelumnya Ribuan Karyawan Google Berdemo

Ribuan karyawan Google di seluruh dunia memulai aksi protes terkait skandal pelecehan seks yang terjadi di perusahaan tersebut.

Aksi tersebut dinamai Google Walkout for Real Change, dan mereka mengaku ada lebih dari 1500 karyawan -- kebanyakan di antaranya adalah perempuan -- akan berdemo dengan walkout, alias meninggalkan kantornya, di lebih dari 60% kantor Google di seluruh dunia pada pukul 11.10 siang waktu setempat.

"Kami tak ingin merasa kalau kami tak setara atau kami tak dihargai lagi. Google terkenal karena budayanya. Namun pada kenyataannya kami bahkan tidak mendapat respek dan keadilan untuk setiap orang yang ada di sini," ujar Claire Stapleton, product marketing manager YouTube.

Aksi walkout ini dimulai dari sejumlah kantor Google di Asia, sepert Singapura, dan kemudian diikuti oleh karyawan Google di belahan dunia lain. Akun Twitter @GoogleWalkout sudah mulai menyebar foto aksi tersebut yang dilakukan di Twitter dan Instagram, dengan menggunakan tagar #GoogleWalkout.

Ada lima tuntutan yang diminta para karyawan tersebut, yaitu:

1. Mengakhiri pemaksaan arbitrasi pada kasus diskriminasi dan pelecehan.
2. Komitmen untuk mengakhiri ketidakadilan jumlah gaji dan kesempatan.
3. Mengungkap kasus pelecehan seks secara transparan ke publik.
4. Adanya proses yang jelas, seragam, dan inklusif untuk pelaporan pelecehan seks yang aman dan anonim.
5. Chief Diversity Officer bisa melapor langsung ke CEO dan memberi rekomendasi langsung ke dewan direksi. Lalu harus ada perwakilan karyawan di dewan direksi.

Aksi protes ini dipicu oleh laporan New York Times yang menulis soal kasus pelecehan seks bapak Android Andy Rubin, yang sudah mengundurkan diri dari Google sejak 2014. Yang dipermasalahkan dari kasus itu adalah Google tetap memberi pesangon pada Rubin setelah ia diketahui melakukan pelecehan seks terhadap bawahannya.

Lebih parahnya lagi, bos besar Google Larry Page tetap memberikan pernyataan berisi pujian pada Rubin saat ia mengundurkan diri, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (1/11/2018).

Ada juga mantan SVP of search Google Amit Singhal yang dilaporkan mendapat pesangon setelah mengundurkan diri karena tuduhan pelecehan seks. Lalu direktur Google X Rich DeVaul tetap dipertahankan di Google setelah melakukan hal tak pantas terhadap calon karyawan Google.

Menanggapi laporan tersebut, CEO Google Sundar Pichai dan VP people operations Google Eileen Naughton mengeluarkan pernyataan yang berbunyi sudah memecat 48 orang yang terlibat pada kasus pelecehan seks selama dua tahun ke belakang tanpa memberi pesangon.

Namun kedua orang itu sama sekali tak menyangkal laporan New York Times. Sementara Rubin menyebut laporan tersebut mempunyai sejumlah kesalahan mengenai masa kerjanya di Google, dan melebih-lebihkan pesangon yang didapat Rubin dari Google, serta menyangkal tuduhan pelecehan seks yang ditujukan padanya.

Pangkal permasalahannya adalah terkait kasus pelecehan seks yang dilakukan pencipta sistem operasi Android, Andy Rubin. Ia meninggalkan Google pada tahun 2014 setelah investigasi internal menunjukkan ia melakukan perbuatan tak senonoh pada bawahan wanitanya.

Namun menurut laporan New York Times, Andy tetap mendapatkan pesangon luar biasa besar, USD 90 juta serta tetap dipuji oleh pendiri Google, Larry Page. Itulah yang memicu aksi protes dilancarkan.

Pichai sendiri sudah mengirim memo ke para karyawan bahwa Google akan memperbaiki diri. "Langkah pertama adalah mengakuinya dan minta maaf soal aksi di masa lalu," tambah dia.


"Kedua, kata-kata saja tidak cukup dan harus diikuti dengan tindakan. Perlu dijelaskan bahwa insiden itu berasal dari beberapa tahun lalu dan sebagai perusahaan, kami berkembang. Sebagai CEO, penting bagiku bertindak tegas pada sikap tidak pantas dan kami telah melakukan hal itu beberapa tahun belakangan," papar Pichai.

Ia memaparkan sebanyak 48 pegawai telah dikeluarkan terkait kasus pelecehan dalam dua tahun terakhir. Menurut Pichai, pelecehan seks adalah masalah masyarakat dan sebagai perusahaan besar, Google juga punya isu yang sama.


Referensi:
https://inet.detik.com/cyberlife/d-4284295/ribuan-pegawai-walk-out-ini-tanggapan-ceo-google

Sabtu, 09 Juni 2018

Google Assistant Kini Bisa Menemani Ngobrol Para Jomblo di Indonesia

ARSPuja Labs - Google Assistant Kini Bisa Menemani Ngobrol Para Jomblo di Indonesia

Google mengumumkan kehadiran Google Assistant versi Bahasa Indonesia beberapa waktu lalu.

Ternyata, selain bisa menjalankan berbagai perintah seperti membuka aplikasi, mengirim pesan, menelepon, dan lain-lain, Google Assistant juga pintar melawak.


source: Liputan6.com


Guyon khas Google Assistant Bahasa Indonesia juga sempat diunggah oleh sejumlah warganet di Twitter.

Berikut adalah pantauan Tekno Liputan6.com di linimasa Twitter, Minggu (3/6/2018), seperti apa? Simak kumpulannya berikut ini.

Pengguna dengan akun Twitter @RADTHERANDOM beberapa kali mengunggah screenshot lelucon Google Assistant Berbahasa Indonesia yang receh.

Misalnya, saat dirinya meminta Google Assistant menceritakan lelucon, Google Assistant bercerita, "Endah apa yang setia banget?" jawabannya ternyata adalah "Endaaaaah will always love youuuu."

Lelucon lain Google Assistant yang juga diunggahnya antara lain saat Google Assistant bercerita, "Anton, apa ibu belum jadi ibu yang baik buat kamu selama ini? Kenapa kamu selalu marah sama Ibu?"

Anton pun menjawab, "Ya iyalah Bu, gimana gak marah? Namaku Budi."

Ada lagi hal lelucon receh yang diunggah pemilik akun @RADTHERANDOM, yakni, "Hantu apa yang jadi lagu?" Google Assistant pun menjawab, "Pocong.. Pocong bebek angsa, masak di kuali,"

Lain lagi saat Google Assistant ditanya makanan kesukaannya. Rupanya, Google Assistant menyukai es krim, tetapi takut korslet jika makan es krim.

Pengguna lain dengan akun @tandodol mengunggah cuitan serupa. Rupanya dalam screenshot yang diunggahnya, Google Assistant saat diminta menceritakan gurauan menyebut bantal nikah (batal nikah) menjadi hal yang menyakitkan.

Pengguna lain dengan akun @ChristinaKusuma mencuit ucapan terima kasihnya kepada Google Assistant yang membuat jokes receh yang bisa mengantarkannya ke mimpi indah.

Menurut Google Assistant, alis yang kaya raya adalah alisan (arisan) sosialita.


Cara Memerintah Google Assistant

Awal pekan ini, Google Indonesia mengumumkan Google Assistant atau asisten virtual Google sudah bisa diperintah menggunakan bahasa Indonesia.


source: Liputan6.com

Kendati begitu update Google Assistant berbahasa Indonesia ini terbatas pada smartphone Android dengan OS Android 5.0 (Lollipop) ke atas. Sementara, untuk pengguna iPhone, fitur Google Assistant berbahasa Indonesia hanya bisa dinikmati oleh pengguna iOS 9.1 ke atas.

Cara menggunakannya pun cukup mudah dan sangat membantu bagi pengguna yang sedang tidak bisa memegang smartphone karena kesibukan.

Misalnya saat pengguna sedang mengetik di kantor, tetapi ingin melihat informasi bioskop terdekat atau ingin mengirim pesan BBM ke teman.

Untuk menggunakan fitur Google Assistant ini, pengguna hanya perlu:

1. Menyetel perangkat mereka ke bahasa Indonesia.

2. Jangan lupa untuk memperbarui aplikasi Google ke versi terbaru melalui toko aplikasi Google Play atau App Store.

3. Kamu hanya perlu menekan dan tahan tombol Home atau ucapkan "Ok Google" di smartphone yang mendukung fitur ini.

4. Ucapkan perintah yang ingin dikerjakan oleh Google Assistant dalam bahasa Indonesia. Google Assistant pun akan menjawab perintah dengan bahasa Indonesia.

Misalnya, kamu memerintah Google Assistant untuk mencari tahu lokasi bioskop terdekat, kamu bisa memerintahnya dengan mengucapkan "Bioskop dekat sini".

Ketika koneksi internet kamu lancar, Google Assistant pun akan melakukan pencarian dan memberi jawaban "Berikut adalah Bioskop dekat sini" kemudian, muncullah daftar bioskop yang memang berada di lokasi terdekat dari tempat pencarian.

Kamu juga bisa meminta bantuan Google Assistant untuk membuka berbagai aplikasi atau memintanya menelepon teman, hingga memintanya untuk mengirimkan pesan BBM ke teman kamu.

Syaratnya, kamu harus menyebutkan namanya sesuai dengan nama kontak yang tertera di buku kontak atau daftar teman BBM.

Misalnya kamu menyuruh Google Assistant untuk mengirim pesan ke salah satu teman kamu dengan perintah "kirim BBM ke Agustinus Mario."

Berikutnya Google Assistant akan menanyakan pesan apa yang ingin dikirim dan mengetikkan, memastikan ketikannya benar, dan mengirimnya.

Tidak hanya itu, kalau kamu bosan, Google Assistant juga bisa diminta untuk menyajikan cerita-cerita lucu atau fakta unik.

Referensi:
https://www.liputan6.com/tekno/read/3547394/tak-cuma-pintar-google-assistant-bahasa-indonesia-juga-jago-lawak

Senin, 28 Mei 2018

Remaja Ini Jadi Pengtest Security Google dan Bayarannya Gila!

ARSPuja Labs - Remaja Ini Jadi Pengtest Security Google dan Bayarannya Gila!

Seorang remaja menemukan celah keamanan di Google sehingga ia diganjar cukup banyak uang dari raksasa internet tersebut. Besarnya USD 36 ribu atau di kisaran Rp 506 juta.

Sang remaja yang berusia 18 tahun bernama Ezequiel Pereira asal Uruguay. Ini bukan pertama kali dia berhasil menemukan celah keamanan Google. Tahun lalu, ia mendapat USD 10 ribu karena prestasi yang sama. Celah baru yang ditemukannya memungkinkan dia mengubah sistem internal Google.


source: wsbtv.com


Dikutip detikINET dari CNBC, Pereira memang sudah akrab dengan komputer sejak muda. Ia dibelikan komputer pertamanya pada umur 10 tahun dan mengikuti kelas pemrograman pada usia baru 11 tahun.

Pada tahun 2016, dia berhasil memenangkan kontes coding dengan hadiah jalan-jalan ke markas besar Google yang terletak di Mountain View, California. Memang dasarnya ia remaja yang pintar dan tekun.

"Dulu aku pertama kali diganjar USD 500 dan terasa menyenangkan. Jadi aku memutuskan terus mencoba (menemukan celah-red) sejak saat itu," kata dia.

Total ia sudah lima kali menemukan celah keamanan Google yang saat ini sudah diperbaiki. Tapi yang terakhir ini memberinya uang hadiah paling banyak.

Saat ini, Pereira mulai kuliah teknik komputer di Montevideo. Namun ia ingin mengajukan beasiswa agar bisa bersekolah di Amerika Serikat.

Sejak keberhasilannya menemukan bermacam celah keamanan di Google, nama Pereria makin dikenal dan banyak yang mengiriminya email. Ada yang meminta nasihat darinya ataupun menawari pekerjaan.

Berbagai perusahaan teknologi seperti Google memiliki program yang dijuluki bug bounty ini. Intinya, masyarakat umum boleh mencari celah keamanan di perusahaan itu dan jika terbukti sahih, maka akan mendapatkan imbalan uang.

Referensi:
https://inet.detik.com/cyberlife/d-4041712/temukan-kelemahan-google-remaja-ini-diganjar-rp-506-juta

Jumat, 18 Mei 2018

Chipset Android Things Sedang Diproses Oleh Google dan MediaTek

ARSPuja Labs - Chipset Android Things Sedang Diproses Oleh Google dan MediaTek

Google dan MediaTek diketahui tengah bekerja sama membesut chipset khusus untuk perangkat Internet of Things (IoT) Android Things.


source: .beritateknologi.com


Kabarnya, chipset tersebut akan meluncur pada pertengahan 2018 bersamaan dengan perilisan Android Things versi 1.0.

Dilansir DigiTimes, Kamis (17/5/2018), untuk mempercepat pengembangan dan produksi perangkat Android Things, Google akan memprioritaskan beberapa tipe chipset system-on-modules (SoMs) berbasis MediaTek MT8516, NXP i.MX8M, Qualcomm Snapdragon 212, serta Snapdragon 624.

Kerja sama ini pun diharapkan dengan peningkatan margin kotor MediaTek dengan kenaikan volume pengapalan SoC non-smartphone.

Adapun alasan kedua perusahaan bekerja sama tak lain karena ingin memperluas ekosistem perangkat Android Things.

Dengan demikian, baik Google maupun MediaTek bisa dibilang akan sama-sama untung jika nantinya chipset ini sudah hadir ke pasar IoT.

Untuk diketahui, Google baru saja mengumumkan kehadiran Android Things versi 1.0 pada gelaran Google I/O 2018 yang dihelat beberapa waktu lalu di Mountain View, Amerika Serikat (AS).

Seperti diketahui, teknologi IoT kini hadir untuk membantu penggunanya terhubung dengan perangkat elektronik yang tak hanya sekadar ponsel atau tablet.

Dengan IoT, pengguna bisa mengontrol perangkat lain melalui ponselnya. Nah, Google ingin memaksimalkan sistem operasi Android bagi pengguna agar lebih mudah memanfaatkan IoT.


Android Things

Seperti dikutip The Next Web, Kamis (15/12/2016), dalam merancang Android Things, Google memanfaatkan layanan dan fitur yang sudah lebih dulu dibuat.

Mereka menggabungkan Brillo, sistem operasi IoT berbasis Android yang sebelumnya dirilis, dengan beberapa layanan, seperti Android Studio, Android SDK, Google Play Services, hingga Google Cloud Platform.

Tujuannya adalah ingin memudahkan para pengembang (developer) dalam membuat perangkat rumahan pintar yang nantinya bisa terhubung ke Android.

Tak hanya itu, Google juga menciptakan dukungan Android Things untuk Weave, platform komunikasi IoT miliknya yang dapat membantu perangkat pintar terkoneksi ke layanan Google dan bisa membuatnya "berbicara" ke perangkat lain, termasuk Google Assistant.

Perusahaan teknologi seperti Philips Hue dan Samsung SmartThings pun telah menggunakan platform Weave.

Google mengatakan, nantinya beberapa perusahaan manufaktur lain, seperti Belkin, WeMo, LiFX, Honeywell, Wink, TP-Link, dan First Alert akan menyusul.

Sebagai tambahan, Google juga menjelaskan pengguna dapat merancang produk dengan dukungan perangkat keras, seperti Intel Edison, NXP Pico, dan Raspberry Pi 3.


Platform loT

Google berharap, hadirnya Android Things dapat menopang perkembangan platform IoT Google untuk ke depanya.

Meski banyak alternatif sistem operasi IoT lain bagi para pengembang, perusahaan yang berbasis di Mountain View itu optimistis, sistem operasinya itu lebih mumpuni ketimbang yang lain karena juga memiliki akses ke layanan cloud.

Android Things kini masih memasuki proses Developer Preview. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa beranjak ke tautan ini.

Sekarang, Google masih membenahi Brillo agar dapat mengajak penggunanya migrasi perlahan ke Android Things.


Referensi:
- https://www.liputan6.com/tekno/read/3527263/google-dan-mediatek-besut-chipset-untuk-perangkat-android-things

Rabu, 09 Mei 2018

Petinggi Facebook di Indonesia Temui Menteri Kominfo

ARSPuja Labs - Petinggi Facebook di Indonesia Temui Menteri Kominfo

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara baru saja melakukan pertemuan dengan perwakilan Facebook Asia Pasifik. Kali ini, Facebook diwakili oleh Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific Simon Milner.

source: Google Images

Dalam pertemuan itu, Rudiantara mengungkap pertemuan kali ini membahas sejumlah hal, termasuk mengenai kasus penyalahgunaan data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica hingga manajemen konten.

Khusus untuk skandal Cambridge Analytica, Rudiantara mengatakan dirinya meminta Facebook ikut melakukan penyelidikan paralel, meski saat ini investigasi masih dilakukan oleh otoritas Inggris.

"Saat ini Cambridge Analytica sedang diaudit oleh otoritas Inggris. Namun, saya sampaikan tidak bisa hanya menunggu otoritas Inggris, harus mencari apakah ada pihak lain, karena belakangan ada CubeYou dan Aggregate IQ," tuturnya saat bertemu dengan awak media di Jakarta, Senin (7/5/2018).

Ia menuturkan, Facebook dapat melakukan penyelidikan beriringan untuk memastikan agar kasus yang terjadi pada 2014 dengan Cambridge Analytica ini tidak terulang lagi. Pembahasan lain yang dilakukan adalah mengenai manajemen konten negatif.

"Facebook itu baru bisa memenuhi 50 persen dari permintaan (penurunan konten negatif), tapi sekarang sudah naik 68 persen. Jadi, masih ada pekerjaan rumah, bagaimana meningkatkannya. Ini bagian dari evaluasi penilaian Kemkominfo terhadap Facebook dalam penanganan konten negatif," ujarnya menjelaskan.

Terakhir, Rudiantara menuturkan dalam kasus dengan Facebook, Kemkominfo tidak berdiri sendiri. Menurutnya, Kemkominfo fokus ke sanksi administrasi, sedangkan sanksi kriminal itu ada di tangan kepolisian.

"Jadi, saya update sejauh mana mengenai kasus ini. Hal lain yang juga saya ungkapkan adalah kekhawatiran terhadap keterlibatan Facebook dengan kasus Rohingya. Saya sudah membuat pernyataan tegas tak pernah punya keraguan untuk menutup Facebook kalau urusannya provokasi," ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Sekadar informasi, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengakui platform-nya telah digunakan untuk menyebarkan propaganda anti-Rohingnya di Myanmar. Karena itu, Zuckerberg memastikan pihaknya akan menghentikan penyebaran pesan-pesan negatif tersebut.


Facebook Belum Memberikan Hasil Audit

Untuk diketahui, hingga saat ini ternyata Facebook belum dapat mengungkapkan hasil audit. Alasannya masih sama, pihak otoritas Inggris Information Commissioner Office (ICO) masih melakukan investigasi, sehingga perusahaan belum bisa melakukan penyelidikan.

"Audit ini akan berlangsung hingga benar-benar harus selesai. Saya juga tak bisa memastikan kapan. Kami sendiri masih harus menunggu dari hasil penyelidikan dari ICO," tutur Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific Simon Milner usai melakukan pertemuan dengan Menkominfo Rudiantara di Jakarta, Senin (7/5/2018).

Kendati demikian, ia menuturkan saat ini Facebook juga masih melakukan penyelidikan di dalam layanan untuk mengetahui apakah ada perusahaan lain yang bekerja seperti Cambridge Analytica.

Setelah semuanya itu selesai, Milner memastikan Facebook akan mengungkap hasilnya.

"Kami memiliki tim yang besar untuk audit ini. Namun, perlu diingat kasus ini sebenarnya terjadi pada 2014. Karena itu, untuk sekarang kami juga melakukan penyelidikan apakah ada pihak lain yang diindikasikan melakukan serupa Kogan (Aleksandr Kogan--peneliti Cambridge Analytica)," tuturnya menjelaskan.

Referensi:
https://www.liputan6.com/tekno/read/3508885/petinggi-facebook-temui-menkominfo-bahas-apa-saja

Jumat, 04 Mei 2018

Waspada Pengguna Wifi Gratisan Malware Roaming Mantis Mengancam

ARSPuja Labs - Waspada Pengguna Wifi Gratisan Malware Roaming Mantis Mengancam

Kamu sering menggunakan Wi-Fi publik (gratisan)? Jika ya, sebaiknya mulai berhati-hati dari sekarang. Kaspersky belum lama ini melakukan riset yang mengungkap kalau Wi-Fi publik ternyata berisiko 'menularkan' malware berbahaya bernama Roaming Mantis.

source: telix.pl

Cara kerja malware ini bahkan terbilang mudah seperti menjentikkan jari. Ia menyerang smartphone korban dengan menyusupi router.

Saat smartpone terhubung ke jaringan router Wi-Fi publik yang sudah terinfeksi, malware akan langsung melumpuhkan smartphone korban.

Menurut keterangan Kaspersky Lab yang dirangkum Tekno Liputan6.com pada Jumat (4/5/2018), malware  bekerja dengan cepat dan bisa mencuri informasi pengguna dari smartphone Android-nya.

Para peneliti Kaspersky mengklaim, pihak di balik serangan siber tersebut bertujuan untuk mengais keuntungan finansial dari modus yang mengancam ini.

Lebih lanjut, Kaspersky menjelaskan hacker bisa mencari router yang lemah dengan celah keamanan. Dari situ, mereka akan mendistribusikan malware melalui trik dengan membajak DNS dari router yang diserang. Sayang, metode menyerang router tersebut masih belum diketahui.

Setelah DNS dibajak, saat mengakses situs web, korban akan dialihkan ke tautan yang seolah-olah terlihat asli dengan konten palsu dari server penyerang.

Asumsi selama browser menampilkan URL asli pasti akan membuat pengguna percaya kalau situs yang dikunjunginya juga asli.

Dari situ, korban akan ditampilkan tulisan "Untuk pengalaman browsing yang lebih baik, segera perbarui versi Chrome kamu".

Semakin percaya, korban akan mengeklik tautan yang memicu instalasi aplikasi Trojan dengan nama 'facebook apk' atau 'chrome apk' yang menjadi 'gerbang' terbukanya malware Roaming Mantis.


Pergerakan Malware

Suguru Ishimaru, Security Researcher Kaspersky Lab Jepang, mengklaim Roaming Mantis sebagai ancaman yang aktif dan bahkan bisa cepat berkembang.

Karenanya, Kaspersky mengumumkan hasil temuan tersebut sekarang, ketimbang menunggu pihaknya lebih dulu mendapat semua jawabannya.

"Terdapat motivasi tertentu dari serangan ini, karena itu kami merasa perlu untuk memberitahukan kepada organisasi dan individu akan ancaman ini. Penggunaan router yang telah disusupi dan DNS yang dibajak menunjukkan perlunya perlindungan perangkat yang kuat dan penggunaan koneksi yang aman,” ujar Ishimaru.


Cepat Menyebar

Kaspersky juga mengungkap telah mendeteksi penyebaran malware di lebih dari 150 jaringan yang berlokasi sebagian besar di Korea Selatan, Bangladesh, dan Jepang pada Februari-April 2018.

Analisa perusahaan juga membuktikan telah terjadi ribuan koneksi ke server penyerang secara harian, yang memperlihatkan kemungkinan adanya serangan yang lebih besar.

Selain itu, riset juga memperlihatkan beberapa kode malware yang mengarah ke aplikasi mobile banking dan ID aplikasi gim mobile populer. Indikasi tersebut menunjukkan adanya motif untuk mengambil keuntungan finansial yang besar.


Referensi:
https://www.liputan6.com/tekno/read/3498788/hati-hati-malware-roaming-mantis-incar-korban-yang-sering-pakai-wi-fi-gratisan

Kamis, 03 Mei 2018

Aduh Sudah Lewat 1 Mei Lupa Registrasi Gimana Mengatasi SIM Terblokir?

ARSPuja Labs - Aduh Sudah Lewat 1 Mei Lupa Registrasi Gimana Mengatasi SIM Terblokir?

Hari ini, Selasa (1/5/2018), masa registrasi dan daftar ulang kartu SIM prabayar telah usai. Terhitung pukul 00.00 tadi malam, semua nomor yang belum registrasi bakal diblokir total. Artinya, nomor tersebut tak bisa lagi dipakai untuk menelpon, berkirim SMS, atau mengakses jaringan internet.

source: klimg.com

Langkah tegas ini diambil setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan waktu sekitar enam bulan bagi seluruh pelanggan seluler untuk mendaftarkan kartu SIM prabayar mereka.

Lantas, jika hingga 1 Mei 2018 belum juga sempat mendaftar, apa yang harus dilakukan oleh pemilik kartu SIM prabayar? Satu-satunya cara untuk mengaktifkan kembali nomor SIM prabayar yang diblokir total adalah bertandang ke gerai operator masing-masing.

Jangan lupa untuk membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) sebagai dokumen pendukung.

Pelanggan kartu SIM prabayar tak bisa lagi registrasi mandiri via SMS ke 4444 atau situs resmi operator telekomunikasi. Hal ini tertera dalam surat resmi yang ditandatangani Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys; dan  Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Amhad Ramli.

“Pelanggan yang masih ingin menggunakan nomor prabayar seluler (yang belum didaftarkan sampai 1 Mei 2018) dapat menghubungi gerai operator untuk melakukan registrasi,” begitu tertera pada surat tertanggal 30 April itu. Bila ada kesulitan dalam proses registrasi, bisa menghubungi tiga nomor yang dijadikan “Call Center”.

Masing-masing nomor tersebut adalah 0811161653, 081520900999, dan 081294039738. Diketahui, periode pertama registrasi dimulai pada 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018. Lewat dari tenggat itu, nomor yang belum mendaftar diblokir sebagian (bisa menelpon dan SMS ke luar, tetapi tak bisa menerima). Selanjutnya, kesempatan kedua diberikan dari 1 Maret 2018 hingga 30 April 2018.

Referensi:
https://tekno.kompas.com/read/2018/05/01/09583887/1-mei-belum-registrasi-kartu-prabayar-harus-bagaimana

Dunia E-Commerce Berduka Ceo TokoBagus Meninggal Dunia

ARSPuja Labs - Dunia E-Commerce Berduka Ceo TokoBagus Meninggal Dunia

Kabar duka cita datang dari dunia e-commerce Tanah Air. Salah satu pendiri toko online Tokobagus.com (kini OLX), Remco Lupker meninggal dunia di Belanda pada hari ini, Rabu (2/4/2018).


source: techinasia.com

Informasi yang diterima oleh KompasTekno, Remco menghembuskan nafas terakhirnya di negeri kelahirannya, Belanda. Dia meninggal setelah berjuang melawan penyakit kanker. “Betul (Remco) meninggal dunia. Kami baru saja mendapat kabar dukanya,” ujar Ketua Bidang Humas Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Rieka Handayani dalam pesan singkatnya kepada KompasTekno. “Kami turut berduka cita kehilangan salah satu sosok penting industri startup e-commerce yang memberi inspirasi,” imbuhnya.

Mantan CEO OLX, Daniel Tumiwa juga memberi kabar serupa. Menurutnya Remco meninggal dunia pada Rabu pagi waktu Belanda. “Betul meninggal jam 10 pagi waktu Belanda. Sudah hampir tiga tahun dia berjuang melawan kanker,” ujarnya saat dihubungi secara terpisah.

Kiprah Remco dan Tokobagus di dunia e-commerce sudah mulai jauh sebelum industri tersebut ramai oleh banyak pemain. Bahkan bisa dikatakan situs e-commerce yang didirikannya bersama dengan Arnold Sebastian itu merupakan salah satu pionir. Remco dan Arnold mendirikan Tokobagus.com pada 2005 silam, lalu membesarkannya hingga menjadi dikenal begitu banyak orang. Lalu pada 2012, ketika nama situs e-commerce itu sedang harum-harumnya, Remco memutuskan untuk meninggalkannya.

Dua tahun setelahnya, Tokobagus diambil alih oleh OLX dan namanya secara resmi berubah. OLX sendiri merupakan merek e-commerce global yang dimiliki oleh Naspers. Adapun Naspers sudah berinvestasi di Tokobagus sejak 2010, hingga akhirnya memasukkan perusahaan e-commerce itu ke dalam Grup OLX.

Pihak OLX Indonesia pun memberikan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya Remco sebagai pendiri cikal bakal OLX. "Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Remco adalah sosok yang visioner. Beliau meninggalkan legacy yang sangat berharga bagi kami dalam membentuk dan mengembangkan industri iklan baris online, di Indonesia," ujar PR Manager OLX Indonesia, Amelia Virginia.


Referensi:
https://tekno.kompas.com/read/2018/05/02/21554877/pendiri-tokobagus-remco-lupker-meninggal-dunia.