Tampilkan postingan dengan label BERITA TERBARU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA TERBARU. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Desember 2016

Kini Ganti Mark Zuckerberg Dituduh Ikut Campur Dalam Pemilihan Presiden AS

ARSPuja Labs - Kini Ganti Mark Zuckerberg Dituduh Ikut Campur Dalam Pemilihan Presiden AS

Berita palsu di Facebook: Mark Zuckerberg telah menjadi politisi
Saya sudah lama mencurigai Mark Zuckerberg, yang sering menyatakan dirinya sebagai 'pemimpin' Facebook, bermimpi menjadi pejabat.

source: google.com

Minggu ini, dia mencicipi seperti apa rasanya, seiring hasil pemilu AS.
Saat kunjungan Donald Trump ke Gedung Putih menjadi pengalaman yang membuka mata seperti apa tanggung jawab yang akan segera dilakoninya, begitupun dengan Zuckerberg yang mengalami pencerahan politik yang brutal.

Krisis 'berita palsu' Facebook membuat pria 32 tahun yang biasanya tabah menjadi jengkel, karena untuk pertama kalinya dia diperlakukan seperti seorang politisi, bukan sekedar CEO perusahaan teknologi.

Dengan krisis tersebut muncullah ketidakpercayaan dan kemarahan dan bagi Zuckerberg sendiri, kenyataan bahwa tidak mungkin membuat semua orang senang.

Tidak relevan jika alasan Zuckerberg yang mengatakan berita palsu tidak memiliki peran yang besar tersebut benar. Dengan mengabaikan itu tanpa berpikir dua kali, dia menyebabkan banyak orang menuntutnya agar dia setidaknya mengetahui peran potensial yang dimilikinya yang menyebabkan kemenangan untuk Donald Trump.

Wawancara tersebut, yang dilakukan oleh jurnalis David Kirkpatrick, seharusnya memberikan gagsan serius kepada Zuckerberg - dan mungkin dapat mewakili ancaman terbesar jaringan Facebook dan pemimpinnya ke depan.

Prinsip supremasi hukum

Pertama, Kirkpatrick memaparkan konteks.

Facebook, katanya, adalah perusahaan komersil yang paling berpengaruh yang pernah dibentuk, dengan kekuasaan yang tidak ada tandingannya yang belum dapat dimengerti.

Zuckerberg sendiri adalah seorang multi-triliuner yang memimpin jaringan yang memiliki data atas 1,8 milyar orang lebih.

"Seperti apa (alat evaluasi) supremasi hukum yang perlu diadakan untuk entitas baru seperti ini?" Kirkpatrick bertanya.

"Apakah Anda berpikir mengenai itu? Saat ini sepertinya Andalah supremasi hukum itu."

Jawaban Zuckerberg tidak menjawab pertanyaan. Dia berkata tentang 'mendengarkan apa yang diinginkan orang' dan terus memberikan 'kemampuan untuk membagikan' kepada orang-orang dan membuat 'dunia lebih terbuka dan terhubung'.

Namun apakah dia yakin supremasi hukum atau checks and balances ada untuk menghentikan Facebook melangkahi batasan yang ada?
"Saya pikir … ya," dia berkata.

Meskipun saya menonton lewat siaran langsung di internet, saya dapat mengetahui bahwa terjadi kecanggungan di dalam ruangan tersebut. Kirkpatrick melanjutkan - namun isunya tidak akan berhenti.

Kesenjangan akuntabilitas

Tanya-jawab tersebut kemudian menyentuh permasalahan yang memerlukan perhatian lebih.
Ada kesenjangan akuntabilitas yang mendesak antara apa yang dikerjakan perusahaan teknologi dengan apa yang publik perlu ketahui.

Ini bukan tentang menyerahkan rahasia dagang. Kita dapat menginspeksi dapur KFC tanpa mengetahui resep rahasia sang kolonel (penemu KFC).

Ini tentang memeriksa pengaruh perusahaan teknologi, tempat orang-orang yang sangat berkuasa -termasuk beberapa perempuan - dapat mengontrol tanpa pengawasan jelas selain yang muncul setiap tiga bulan dalam laporan pendapatan perusahaan.

Momen seperti saat Kirkpatrick menanyakan Zuckerberg yang biasa seperti robot, sangat jarang terjadi. Realitas menyedihkan di dunia jurnalisme tekonologi adalah jika Anda memberikan pertanyaan yang sulit ke perusahaan, mereka akan menutup jalan Anda.

Dan itu karena banyak perusahaan teknologi besar melindungi pekerjaan mereka dengan kawat berduri dan menutup pimpinan mereka erat-erat.

Interaksi antara perusahaan besar dan dunia luar diatur sedemikian rupa. Dalam kesempatan yang langka, bahkan pengawasan paling ringan tentang apa saja selain tentang produk baru yang akan 'dilucuti' hari itu dengan cepat dihentikan dengan motto tak resmi perusahaan tersebut.

"Maaf… namun hari ini bukan tentang itu."

Kekuasaan yang belum pernah ada

Jadi mengapa, yang Anda mungkin pikirkan. Jadi mengapa jika perusahaan teknologi ingin merahasiakan urusan mereka - mereka kan bukan perusahaan negara atau sejenisnya.

Kita juga mungkin berpikir ini adalah seorang jurnalis teknologi yang membuang bonekanya keluar dari kereta -dan untuk sebagian besar, mungkin benar, saya tidak malu mengatakannya.

Namun tantangan Facebook akan berita palsu menunjukkan, saya kira, bahwa kita saat ini ada di wilayah yang belum dipetakan.

Belum pernah ada perusahaan swasta yang memiliki kekuasaan langsung akan apa yang kita lakukan, rasakan, pikirkan, beli, lawan - apapun.
Dan itu mustahil, jika kita berencana untuk tinggal di dunia modern, untuk menghindari Facebook atau Google.

Bahkan jika kita belum pernah membuat akun Facebook, kebiasaan berseluncur di internet akan tercatat saat kita mengunjungi situs-situs yang memiliki menu tombol 'suka' untuk Facebook. Nilai Google yang mencapai hampir $500 milyar (Rp 6.575 trilyun) dibuat hampir seluruhnya dari penjualan iklan, itulah mengapa mereka ada dimana pun di internet. Skalanya yang menciptakan pendapatan.

Bagaimana harga pokok penjualan (HPP) situs-situs ini masih menjadi misteri. Dokumenter radio yang dibuat rekan saya Rory Cellan-Jones baru-baru ini mengenai Google menyatakan bahwa algoritmenya sangat kompleks sehingga tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui bagaimana itu bekerja.

Dampak yang bertentangan

Situasi ini - ketidakseimbangan ini- tentu saja tidak akan bertahan lama. Dengan bos perusahaan teknologi, khususnya Zuckerberg, berbicara tentang 'misi' mereka 'menghubungkan dunia', kita tentu tahu di bawah pengawasan mereka hal-hal yang tidak dapat diterima terjadi.

Terima kasih kepada para jurnalis investigasi dan para pembocor, sehingga misalnya kita tahu bahwa Google pada satu waktu meraup data wi-fi pribadi dari rumah-rumah saat dia menjalankan perjalanan Street View-nya. Kita tahu bahwa Facebook dengan sengaja memanipulasi pasokan berita untuk meningkatkan jumlah pengguna.

Kita dapat melihat bagaimana contoh-contoh itu dapat terlihat tak berbahaya -atau paling tidak sangat menarik- untuk para insinyur yang terlibat.
Namun apa yang mereka tunjukkan yang tampak seperti ide yang cemerlang untuk situs tersebut bisa saja sangat bertentangan untuk para penggunanya.

'Soft power'

Ambisi politik Zuckerberg, jika dia memilikinya, dimulai dengan jalan berbatu. Berita palsu adalah ujian yang besar, dan dia menanganinya dengam sangat buruk.

Jika dia berpikir seperti seorang politisi, dan seharusnya sekarang dia sudah memulainya, semua dapat berjalan berbeda. Realitas baru untuk Zuckerberg adalah tidak boleh lagi menjadi hanya seorang ahli teknologi yang kutu buku. Melainkan, dia harus menangani keprihatinan para pengguna Facebook dengan hormat, dan tidak menyebut mereka 'gila.'

Dia memiliki kemampuan untuk melakukan hal yang benar. Ambisi global Zuckerberg akan mati atau hidup berdasarkan kemampuannya menjadi operator politik.
Catatan Zuckerberg menangani isu kontroversial telah cukup kuat, dan tidak ada kekuatiran dia memiliki niat buruk dengan Facebook.

Namun minggu ini menunjukkan sudah tidak cukup bagi Zuckerberg untuk menyangkal sebuah isu dan berharap orang-orang dengan buta mempercayai kata-katanya.

Karena pesan yang tampaknya diberikan publik ke Zuckerberg, dan mungkin semua Silicon Valley, adalah bahwa jika ANda sangat berkuasa, 'tidak ada komentar' tidaklah cukup.

# bbcDOTcom

Jumat, 16 Desember 2016

Rusia Dituduh Sebagai Dalang Hacker Dibalik Pemilihan Presiden Amerika Serikat

ARSPuja Labs - Rusia Dituduh Sebagai Dalang Hacker Dibalik Pemilihan Presiden Amerika Serikat

Presiden AS Barack Obama menegaskan akan mengambil tindakan atas Rusia karena telah mencampuri kampanye pemilihan presiden AS.
"Kita harus mengambil tindakan dan akan mengambil tindakan," kata presiden kepada jaringan radio NPR.

source: bbc.com


Amerika menuduh Rusia meretas email Partai Demokrat dan penasihat kunci Hillary Clinton, tuduhan yang dibantah keras oleh Rusia.
Presiden terpilih dari Partai Republik, Donald Trump, juga sudah membantah klaim itu, yang disebutnya 'konyol' dan memiliki motif politik.

Badan intelijen mengatakan bahwa mereka memiliki setumpuk bukti bahwa peretas Rusia yang memiliki hubungan dengan Kremlin berada di balik peretasan ini.
Dan pada Kamis, juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin terlibat dalam serangan siber ini.

Beberapa jam kemudian, Obama mengatakan,"Saya rasa tak ada keraguan bahwa saat pemerintahan asing berupaya mempengaruhi integritas pemilu kita, maka kita harus mengambil tindakan dan kita akan bertindak, pada waktu dan tempat yang sesuai kepentingan kita."

"Beberapa (tindakan) mungkin akan eksplisit. Lainnya mungkin tidak."
"Putin sangat tahu perasaan saya soal ini, karena saya bicara langsung dengannya mengenai hal ini."

Tak jelas tindakan apa yang akan diambil AS, mengingat Obama akan menyelesaikan masa jabatannya pada 20 Januari nanti.



John Podesta, yang memimpin kampanye Clinton, diretas dan emailnya diunggah ke Wikileaks.

Kebocoran email-email tersebut menjadi insiden memalukan bagi Partai Demokrat dalam titik krusial kampanye mereka.

CIA sudah menyimpulkan bahwa motivasi Rusia untuk mempengaruhi pemilihan adalah untuk memenangkan Trump, namun tak ada bukti yang dibeberkan ke publik.
Trump menuduh Partai Demokrat menyebar isu keterlibatan Rusia untuk menyembunyikan rasa malu mereka karena kalah pada pemilihan.

Dia juga sudah lama menyampaikan kekagumannya pada Putin.
Trump juga memunculkan kekhawatiran dengan memberikan jabatan Menteri Luar Negeri kepada taipan minyak Rex Tillerson, yang sudah pernah bekerja dekat dengan pemimpin Rusia itu

Pada hari Kamis, Trump mencuit, "Jika Rusia, atau entitas lain, melakukan peretasan, kenapa Gedung Putih menunggu sampai lama untuk bertindak? Kenapa mereka baru menyampaikan keluhan setelah Hillary kalah?"

Padahal sudah sejak Oktober lalu, pemerintahan Obama menuduh Rusia melakukan peretasan pada sejumlah situs politik AS serta akun email dengan tujuan mempengaruhi pemilihan presiden saat itu.

# bbcDOTcom

Rabu, 07 Desember 2016

Ini Respon Twitter Soal Akun BOT Pembuat Trending Topic

ARSPuja Labs - Ini Respon Twitter Soal Akun BOT Pembuat Trending Topic

Tak bisa dipungkiri selama periode Pilpres dan Pilkada situs media informasi Twitter ramai memperbincangkan para calon presiden dan pemimpin daerah.

source: okezone.com


Hal itu terlihat dari munculnya topik-topik mengenai salah satu calon pasangan yang menghiasi trending topic atau topik terpopuler. Hanya saja, tak semua topik yang menjadi trending topic tersebut benar-benar tercipta dari masyarakat Twitter secara nyata. Artinya, terdapat akun-akun Twitter yang diciptakan untuk membuat topik tertentu menjadi populer di Twitter. Upaya tersebut dikenal menggunakan bot.

Bot ialah sistem yang dijalankan untuk melakukan pekerjaan secara otomatis di komputer. Melalui program tersebut seseorang dapat mencipatakan usaha untuk membuat kicauan sebanyak-banyaknya tanpa harus menjadi pengguna real suatu akun. Hal ini pun diakui oleh Country Business Head Twitter Indonesia, Roy Simangunsong.

Ia tak menampik adanya bot yang diciptakan untuk membuat trending di media sosial Twitter. Hanya saja, menurut Roy, jumlahnya tak begitu banyak. "Kemunculan (bot selama) pilkada tidak begitu besar, apa yang dibicarakan di sekitar kita itu lah yang dibicarakan di Twitter, tapi ada juga menggunakan bot, kita tidak memungkiri itu.

Tetapi yang dipakai bot itu tidak pernah sustain (bertahan lama)," tutur Roy saat acara #RameDiTwitter, Selasa (6/12/2016). Ia pun menjelaskan bahwa jika sebuah kicauan yang masuk dalam daftar trending topic memang dibuat berdasarkan bot, maka topik tersebut tidak akan bertahan lama. Hal ini karena Twitter sendiri memberlakukan sistem keikutsertaan pengguna lain.



Artinya, sebuah kicauan yang tidak memiliki respons dari pengguna Twitter lain seperti di-retweet, disukai, dan dibagikan, maka tidak akan bertahan lama berada di daftar trending topic. Menurut Roy, inilah yang membedakan mana trending topic yang dibuat oleh bot dan mana yang dibuat secara organic atau memang buatan manusia. "Orang-orang yang menggunakan bot itu tidak akan sustainable bahwa dia me-maintance trending topic karena algoritma Twitter sendiri selama tidak ada engagement, dan engagement-nya itu organic, trending topic itu tidak akan bertahan lama," imbuhnya.

Kendati demikian, pihak Twitter sendiri saat ini belum melakukan tindakan khusus tentang keberadaan bot itu sendiri. Hanya saja, menurut Roy, jika bot itu telah masuk dalam kategori spamming atau mengirimkan pesan mengganggu, maka akun bot tersebut dapat dihentikan oleh pihak Twitter.

Adapun tindakan pemblokiran atau pemberhentian akun tertentu dilakukan bukan secara manual oleh manusia, melainkan secara terprogram berdasarkan algoritma yang dimiliki oleh Twitter. Roy sendiri mengimbau pengguna Twitter jika mendapati sebuah akun yang dicurigai sebagai bot maka kicauan akun tersebut tidak perlu dibalas (quote), diteruskan (retweet), atau pun dibagikan. Hal ini guna mengurangi munculnya bot.

# okezoneDOTcom

Sabtu, 03 Desember 2016

Jaringan Televisi Israel di Retas Hacker Menjadi Suara Kumandang Adzan

ARSPuja Labs - Jaringan Televisi Israel di Retas Hacker Menjadi Suara Kumandang Adzan

Beberapa waktu yang lalu  telah terjadi kebakaran hebat yang melanda wilayah di Israel, serta terjadinya peretasan jaringan TV oleh Hacker Anonymous. Mungkin hal ini terjadi sebagai karma karena adanya keputusan yang sangat rasis yaitu melarang seluruh kota di Israel mengumandangkan adzan.

source: google.com

 Menurut media di Israel, jaringan transmisi penyiaran di channel 10 dan channel 2 Israel sempat terputus dan tiba-tiba menampilkan gambar masjid Al-Aqsa dibarengi dengan audio panggilan adzan selama beberapa menit.


Tidak hanya itu saja loh,  hacker juga menyiarkan gambar-gambar kebakaran hutan yang terjadi di Israel bebrapa waktu yang lalu.

Tidak lupa pula sebuah pesan ditujukan buat Israel dalam bahasa Ibrani yang berbunyi:

“Ini adalah hukuman Allah, api telah membakar hati mereka. Allah yang Maha Besar,”

Berdasarkan hasil dari investigasi sementara yang ditulis di media Jerusalem Post, hacker sudah mengambil alih kedua jaringan TV tersebut.

Mungkinkah ini balasan Tuhan ?




# Tanvan_Team